Metro Mini S62 part 2

Melanjut kisah yang lalu,, Hampir 2 minggu ini aku mencoba naek bis S62, baik pagi maupun sore,, tapi hasilnya nihil,,
Hanya saja suasana Metromini menjadikan laen dari kehidupanku selama ini, yang lebih sendiri ngantor dengan denger in radio di mobil, sambil melihat suasana macet,,

Metro Minia S 62, menjadikan pemandangan yang lain daripada yang lain, banyak nya naek turun penumpang dengan berbagai gaya,, gaya mlongo saat tidur pulas,, ada lagi yang bau nya wangi menyengat, tapi banyak juga yang bau asemm ( whuek,,)….

Gaya sopir yang Khas, dengan duduk yang aga miring, ngga presisi denga kondisi stir dan bangku,, yang terkadang ngebut ngga karuan, guna mengejar setoran, supaya ngga di dulu in oleh, temen sesama sopir, adalah suatu perjuangan hidup,, hanya saja sering juga dia mengabaikan kepentingan orang lain, serobot sana sini,, kebablasan saat nurun in saya, mapun penumpang yang laen,,

Suara sang kenek menawarkan jasanya, terkadang iseng sambil godaiin wanita yang dia pandang menarik, mungkin adalah hiburan mereka secara tersendiri,,
Tanpa disadari Sopir dan kenek juga memberikan kontribusi kehidupan buat orang lain Seperti , asongan, tukang koran, pengamen yang ikut nimbrung di bis itu, untuk mengkais rejeki,, selain memberikan janji kepada penumpang untuk sampai tujuan dengan selamat,,secara ngga langsung itu adalah suatu ibadah lho,,

Ada yang bawa an nya banyak, contoh ibu ibu pulang dari Ps minggu yang mau dagang lagi,,

Tukang Ngamen dari yang full team dengan suara nyaring dan penuh improvisasi, sampe yang seorang denga modal tepuk tangan ditambah suara yang hambar plus fals abiss,,
Tukang jualan dari yang maksa sampe yang pasrah,,
Tukang minta -minta dari yang no expresi, sampe yang melas dan ada yang ngaku ngaku keluar dari lapasss

Dan yang lucu lagi ada Pesulap yang maen bola pingpong keluar dari mulut ngga ada abis abisnyaa,,

Bis Metro Mini S62, termasuk armada yang banyak melebihi dari penumpang, sehingga banyak kosong nya,,

Kesimpulannya banyak banget orang bersusaha untuk menjadikan hasil uang,, memang Uang bukan Segala nya, Tapi Segala Nya Perlu Uang

Inti nya dua minggu ini aku ngga bisa ngelihat sasaran hatiku, tapi terpenuhi dengan pengalaman baru dengan pemandangan yang penuh gaya dan arti sebuah realita kehidupan,, menjadikan daya tarik tersendiri,, secara kondisi aku ada kendaraan, sepeda motor, dan Mobil walaupun tua,,

Allhamdulilah ya Allah Sungguh beruntungnya diri saya dibanding dengan mereka yang harus lebih keras untuk mengarungi kehidupan ini….

Per 4 an KaliBata, Pancoran dan hambatan bagi kami yang akan menuju kantor, karena daerah tersebut selalu tidak pernah terlepas dari kemacetan.

S62 memberikan pelajaran diriku untuk lebih mawas diri, seperti halnya, merelakan tempat duduk utnuk ibu ibu yang lebih tua,, juga wanita cantiq,, he he.., atau sok cuek sambil baca koran,, belaga ngga ngeh,,,
saat seroang bawa kotak amal,,

Oke lah S62,, segini dulu ya,,
selanjutnya ntar critanya adalah cintaku di Metromini S62,,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s